Daftar Umroh
Daftar Umroh
Daftar Haji
Daftar Haji
Daftar Badal Haji
Badal Haji
Umroh Romadon 2019 Murah | daftarbiayaumroh.com |Daftar Biaya Umroh

Umroh Romadon 2019 Murah

Pengalamanku Pertama Sekali Umroh Ramadhan Di Tanah Suci

Tepat dua tahun lalu lantaran umroh ramadhan akhirnya aku  mampu menginjakkan kaki pada tanah kudus setelah selama 2 tahun lebih berusaha menjalankan aktivitas sebagai blogger, menulis banyak sekali artikel pada blog FajranRachman.Com buat mengumpulkan uang supaya mampu melaksanakan umroh di bulan ramadhan. Ya ini adalah galat satu impian yg alhamdulillah bisa dicapai.

Tanah kudus yg sebagai tempat ibadah umroh dan haji niscaya menjadi virtual banyak orang buat mampu pergi ke sana karena ini menjadi galat ajaran pada Agama Islam bagi yg bisa agar bisa melaksanakan ibadah Haji. Pengennya sih ibadah haji dulu tetapi karena masih belum mencukupi dana dan jika mendaftar buat Haji proses keberangkatannya usang nunggu antrian jadi saya menetapkan buat melakukan umroh saja terlebih dahulu.

Mungkin dalam bertanya kenapa menentukan menjalankan umroh selama bulan ramadhan? Ada yang bertanya gitu nggak? Dari yang saya pahami, bila kita umroh bulan ramdhan maka nilainya sama menggunakan menjalankan ibadah haji & ada juga yg mengatakan waktu melakukan tawaf (mengelilingi ka’bah), orangnya lebih poly menurut umroh biasa & hampir sebanding waktu melakukan tawaf dalam ibadah haji. Hal- hal inilah yg membuat aku  jadi lebih memilih umroh selama bulan puasa.

Dari Medan ke Jeddah Menuju Madinah
Perjalanan dimulai menurut Medan, Indonesia dengan menggunakan perusahaan penerbangan yang ownernya orang malaysia akhirnya kami melakukan transit terlebih dahulu pada Malaysia kurang lebih 1 jam kemudian dengan menggunakan maskapai yang sama tetapi dengan kapasitas lebih akbar kami terbang sekitar selama 8 jam menuju bandara jeddah.

Jadwal yg diberikan oleh travel mengharuskan buat mengunjungi madinah dahulu selama 3 hari baru kemudian menghabiskan residu saat bulan ramadhan pada mekkah. Perjalanan menurut jeddah ke madinah memakai bus yg sudah disediakan pihak travel memakan waktu kurang lebih 6 jam dan selama di perjalanan yang bakal poly dicermati seperti padang pasir menggunakan beberapa rumah dan mobil-mobil glamor yg dibiarkan berdebu.

Saya melihat hal tadi merasa aneh apalagi waktu membandingkannya dengan pada medan, kalau ada orang letakin kendaraan beroda empat asal-asalan mampu jadi pemancing buat penjahat mencuri kendaraan beroda empat tersebut. Ini malah selama pada bepergian menuju madinah mobil-kendaraan beroda empat mewah dibiarkan di luar dan berdebu, tidak memahami jua sih apakah masih rupawan atau tidak mobil tadi.

Mohon maaf sekali, sayangnya waktu itu aku  belum memiliki hp yg canggih menggunakan kapasitas memori card yang banyak karena masih memakai bb & nir kepikiran buat membawa kamera karena memang tidak terdapat niat buat foto-foto pas berangkat menurut medan namun sesudah sampai disana ternyata sangat rugi jika nir mengabadikan momen-momen selama berada pada tanah kudus. 

Jadi jikalau saya boleh saran, usahakan persiapkan hp ataupun kamera yg memiliki memori besar  sebagai akibatnya dapat mengambil banyak gambar selama berada di madinah juga mekkah. Bagi yang lebih bahagia menggunakan kamera, buat kapasitas 16 gb sudah sangat memadai & harga micro sd 16 gb pula sangat terjangkau jadi dengan begitu tidak akan mengalami hal yg sama misalnya saya karena takut kehabisan memori penyimpanan jadinya menentukan-milih mana yang penting buat di foto bahkan diri sendiri aja nir ada saya ambil fotonya hehehe.

Madinah jika aku  bilang orang-orangnya sangat ramah & yg membuat kita berdecak kagum merupakan saat para pedagang sangat fasih berbahasa Indonesia & karenanya sang pihak travel biasanya jama’ah lebih disarankan bila ingin beli sang-sang usahakan di madinah. Selain harganya lebih murah pula hampir seluruh pedagang lancar bahasa indonesia pasti akan sangat memudahkan waktu bertransaksi.

Buka Puasa di Masjid Nabawi
Bagi yang baru pertama sekali melaksanakan umroh ramadhan seperti aku  bakal merasa aneh melihat tingkah laku  para masyarakat madinah dimana sesudah abis shalat ashar, setiap shaf-shat yg ada mulai diletakkan galon-galon mini   yg isinya air zam-zam & bukan itu saja yang membuat aku  berdecak kagum lebih kurang 1 jam sebelum buka puasa bakal terdapat penduduk asli yg membawa poly makanan buat dibagi-bagikan kepada jama’ah yg akan berbuka puasa & ini bukan hanya satu 2 orang saja yang melakukan hal tadi bahkan mereka pada berlomba buat menarik kita supaya mau duduk beserta dengan mereka & menyantap sajian yg mereka sajikan. Saat menuliskan ini, saya jadi ingin merasakan pulang kehangatan tadi dan berharap semoga tahun ini mampu pulang lagi ke sana.

Ini ada satu foto yang bisa aku  abadikan momen persiapan buka puasa pada Madinah, mohon maaf tidak bisa ambil banyak-poly foto karena alasan yang telah dijelaskan di atas tersebut (rada nyesal sih, akan tetapi mau bilang apa ketika itu belum ada hp yg geser-geser sih heheh).

Setelah 3 hari di madinah, baru lah kami berangkat menuju mekkah menggunakan memakai bus yang sama & memakan waktu perjalanan yg sekitar sama juga. Berhubung kami akan langsung melakukan tawaf saat hingga di mekkah maka dari madinah para jama’ah diminta buat memakai sandang ihram & memasang niat buat umroh.

Ada sebuah masjid bernama Masjid Bir A’li yg sebagai tempat miqat pada madinah sinkron dengan yang sudah ditetapkan oleh Rasulullah SAW bahwa bagi masyarakat madinah jika ingin melaksanakan umroh maka memasang niat di masjid ini & kemudia menggunakan pakaian ihram.

Kami selama berada pada pada bus menuju mekkah dianjurkan buat memperbanyak bacaan talbiyah Labbaikallaahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbarika, innal hamda wan-ni’mata laka wal-mulka laa syariika lakasyarikala ketimbang berbicara ataupun bengong. 

Menghabiskan Puasa Ramadhan di Makkah
Makkah menjadi loka utama yang pada tuju oleh para jama’ah apabila merogoh umroh full selama bulan puasa akan memiliki porsi lebih banyak untuk beribadah di tempat ini dibandingkan madinah yg umumnya homogen-homogen tiga hari saja.

Perbedaan yg pertama sekali saya lihat antara mekkah & madinah, orang-orangnya sangat sedikit yang mampu berbahasa indonesia dan ketika itu mau nir mau selama berada pada mekkah bahasa yang saya pakai merupakan bahasa inggris pas- pasan hehehe. Tetapi waktu jumpa sama jama’ah dari negara lain yang bisanya hanya berbahasa arab, disitu lah aku  jadi merasa murung  karena nir bisa berbahasa arab, hiks hiks.

Tradisi menjelang berbuka puasa yang terdapat di madinah sekitar sama menggunakan yang ada di mekkah bedanya jikalau di madinah kita bakal ditarik- tarik buat duduk dan buka puasa bersama menggunakan mereka maka lain halnya pada mekkah. Setelah shalat ashar, para pemuda setempat eksklusif menggelar semacam plastik panjang di setiap shaf yang terdapat baik yg dekat menggunakan pelataran ka’bah juga yg shaf nya berada pada ruangan.

Untuk persiapan buka puasa bagi yg ingin bisa menerima shaf pada pelataran atau dekat dengan ka’bah umumnya setelah shalat ashar para jama’ah tidak balik  ke penginapan atau hotel tetapi menunggu sambil membaca Qur’an yg pada setiap shaf ada disediakan satu rak mini   yang poly Al-Qur’an nya. Jika ingin pulang ke hotel, upayakan untuk berangkat ke Masjidil Haram paling usang 1 jam sebelum waktu berbuka puasa karena jika hingga lewat maka pintu-pintu menuju ke dalam masjid serta shaf-shaf yang terdapat pada pelataran ka’bah akan pribadi diberi sekat-sekat sang para penjaga & bukan nir mungkin akan melaksanakan shalat maghrib, shalat isya dan bahkan shalat taraweh di laman luar Masjidil Haram. Ini pernah beberapa kali saya alami, cita rasanya sangat lah tidak lezat   tidak bisa shalat di dalam ataupun di pelataran ka’bah.

Menu buka puasa selama berada di mekkah lebih poly kurma dan ini jadi menu harus bahkan apabila beruntung terdapat yg akan memberikan kurma nabi, ketika itu hanya sekali aja aku  bisa mencicipi kurma nabi selebihnya jenis kurma seperti yang di gambar. 

Oh ya, itu ada minuman berwarna coklat jua nir ketinggalan selalu hadir saat buka puasa. Rasanya seperti jahe dan enaknya itu diminum pas lagi hangat. Jangan tanya apakah saya sanggup menghabiskan seluruh kurma yg terdapat pada gambar ya karena itu seluruh dikasi pada letakkan gitu eksklusif di plastik berwarna hijau.

Hal yg paling unik selesainya selesai buka puasa, plastik hijau itu tinggal di gulu & cup serta tempat kurma tadi jua cukup letakkan pulang di plastik hijau nanti bakal terdapat yg gulung & loka kita shalat seperti yang terlihat pada gambar bagi yang tidak bawa sajadah nir perkara karena lantainya super bersih.

Soal kebersihan lantai jua sangat luar biasa, sesudah shalat maghrib siapa yg pada pelataran ka'bah tidak pindah ke lantai atas maka siap-siap aja deh bakal kena air yang ada sabunnya hehehe. Jadi selama saya pada sana, begitu siap shalat maghrib kemudia shalat sunat jenazah yang hampir tiap habis shalat fardhu dilakukan, maka para tim pembersih eksklusif menyiramkan air ke semua lantai di pelataran ka'bah agar waktu shalat isya nanti, lantainya jadi tetap higienis. Bagi yang bertahan terus, ya palingan basah deh hehehe

Ini terdapat beberapa gambar luar dan dalam Masjidil Haram yg bisa aku  ambil:


Luar Area Masjidil Haram


Halaman Luar Masjidil Haram


Salah Satu Pintu Masuk Masjidil Haram


Toilet dan Tempat Wudhu Pria Berada pada Halaman Luar Masjidil Haram


Salah Satu Ruangan Dalam Masjidil Haram


Malam Takbiran yang Berbeda
Sempat berpikir sebelum ke mekkah malam takbiran nanti bakal ada sesuatu yg gimana-gimana ternyata sesudah menjalaninya waktu malam takbiran yang umumnya di Indonesia ada takbir keliling atau di masjid-masjid mulai semenjak abis maghrib eksklusif mengumandang takbir hingga esok hari maka hal tersebut tidak terdapat aku  jumpai saat di mekkah.

Tepat di malam terakhir puasa, selesainya shalat isya aku  nir eksklusif pergi ke hotel karena penasaran juga apakah akan ada takbiran pada Masjidil Haram seperti di Indonesia, aku  tungguin hingga lama   ternyata tidak terdapat sama sekali. Para jama’ah yang sudah terselesaikan menunaikan shalat isya pribadi kebanyakan menuju ke ka’bah buat melakukan tawaf biasa dimana ketika melakukan ini nir wajib  menggunakan sandang ihram lantaran berdasarkan apa yang pada jelaskan sang ustadz kami saat itu, sekedar melakukan tawaf biasa sanggup sebagai pengganti shalat sunat. Misalkan kita datang ke masjid umumnya shalat sunat tahiyyatul masjid akan tetapi jika pada mekkah sebaiknya diganti menggunakan melakukan tawaf biasa.




Saran Penting dari Saya
Selama melaksanakan umroh bulan ramadhan 2 tahun lalu terdapat poly pengalaman unik & tak biasa yang aku  alami & ingin menyebarkan siapa memahami nanti bagi yang ada kesempatan ke sana dan menjalankan umroh full bulan puasa mampu jadi saran berdasarkan saya ini berguna.

Kesehatan
Yup pertama saya akan bahas berdasarkan cara kita menjaga kesehatan, tapi bukan berarti saya nir terdapat sakit ya selama disana. Saat sampai di madinah kaki saya kambuh sakitnya, jadi dua malam nir mampu ikut shalat taraweh dan Alhamdulillah malam terakhir aku  bisa ikut.

Ada jama’ah yang sampai pada madina pribadi kena serang penyakit batuk & flu, nah jika buat ini upayakan buat mengkonsumsi madu dan selalu poly minum air zam-zam sesudah berbuka serta minimal selalu terdapat buah- buahan pada konsumsi. Terkadang ada orang yg rentan sakit langsung dengan perubahan iklim misalnya yg kita ketahui bersama kalau disana sangat jarang hujan turun bahkan hampir nir pernah.

Berteman
Selama berada disana upayakan buat selalu menjaga hubungan baik dengan teman sekamar karena apa yang terjadi menggunakan kita misalkan sakit maka yang pertama sekali mampu membantu adalah teman sekamar jadi anggaplah mereka saudara kita. Seperti halnya kami sewaktu tiba pada madinah, ternyata terdapat seseorang jama’ah laki-laki  dah berumur kambuh penyakitnya dan kami sanggup memahami selesainya teman sekamarnya menginformasikan pada kami. Walau telah berupaya menolong & ustadz pembimbing juga telah berupaya semaksimal mungkin bahkan ada jama’ah berdasarkan negara lain ikut bantu tetapi almarhum permanen nir mampu tertolong.

Tetapi intinya, karena almarhum menjaga hubungan baik menggunakan teman sekamarnya mungkin ketika kami dari Medan, almarhum sudah jalin komunikasi dengan sesama jama’ah pria jadi pas pembagian kamar mampu jadi sahabat sekamarnya sudah akrab dengan almarhum & mungkin telah mengetahui penyakitnya jadi pas kambuh eksklusif beranjak cepat menginformasikan pada ustad pembimbing.

Selain pengalam itu pula, pada hal bersosialiasi ada jua peristiwa unik yg aku  alami pada madinah & mekkah umumnya sehabis shalat ashar. Seperti yg sudah aku  jelaskan, kebanyakan jama’ah umumnya menunggu pada dalam masjid begitu pun dengan aku . Saat dengan membaca Qur’an tiba-datang saya dihampiri laki-laki  belia berparas orang arab, nir memahami jua sih apa benar orang arab asli atau menurut negara muslim lainnya & ini jua sama halnya terjadi saat aku  berada di mekkah sempurna pula sehabis shalat ashar tiba laki-laki  juga & mereka biasa menyampaikan ini:

Indonesi? Otomatis aku  menjawab , iya dengan bahasa Inggris karena lagi-lagi tidak mampu bahasa arab. Langsung mereka membalas menggunakan bahasa inggris jua menggunakan mengungkapkan butuh pertolongan. 

Untuk kejadian yang di madinah ceritanya laki-laki  tersebut merupakan mahasiswa yg sedang belajar di mekkah dan lagi berziarah ke madinah namun mengalami kejadian dompetnya di curi sehingga tidak terdapat ongkos buat pergi ke mekkah & meminta pada aku  uang sebesar 300 riyal agar bisa naik taksi.

Untuk insiden yang di mekkah ceritanya laki-laki  yang menghampiri aku  mengungkapkan hal yg sama jua bahwa kehilangan uang namun terjadinya saat dia melakukan tawaf yg tanpa disadarinya ternyata uangnya sudah hilang.

Dua insiden tadi aku  alami sendiri dan buat yg pada mekkah hampir tiap habis shalat ashar aku  didatangi orang yg seperti ini dan akhirnya kejadian tadi aku  ceritakan ke ustadz pendamping buat mengetahui sahih apa nir mereka butuh pertolongan. Tetapi setelah mendengar penjelasan ustadz pembimbing ternyata hal tadi merupakan cara yg acapkali dilakukan kepada jama’ah Indonesia dan Malaysia agar mereka mendapatkan uang. Saya akhirnya menyadari juga, tanpa mereka baca indikasi pengenal kami berdasarkan paras saja pastinya sangat kentara terlihat mana orang Indonesia & Malaysia.

Kebenaran akan apa yg disampaikan sang ustadz pembimbing tadi, saya eksklusif tidak ingin mengiyakan atau juga mengungkapkan nir tapi mungkin mampu jadi tambahan fakta saja apalagi memang aku  alami sendiri hampir tiap hari selesainya shalat ashar selalu didatangi orang berparas arab meminta bantuan menggunakan alasan yang sama: uang mereka hilang.

Minum Air Zam Zam
Untuk minum air zam-zam pula terdapat sedikit saran dari aku , jika berkesempatan umroh bulan ramdhan maka sebaiknya waktu sahur pada Masjidil Haram sebaiknya pilih galon air zam-zam yg bertuliskan not cold lantaran ada 2 jenis galon air zam-zam yg disediakan. Untuk yg satu lagi galon air zam zam tanpa terdapat tulisan not cold maka ini umumnya airnya dingin, jadi jika sewaktu sahur upayakan buat tidak minum yang ini apabila nir ingin mengalami kejadian misalnya aku .

Ya lantaran nir tahu, di awal setiap sahur di masjidil haram pribadi umumnya aku  minum yang air zam zam tanpa ada tulisan not cold & hasilnya menjelang adzan jadi sesak untuk buang air mini  . Perlu diketahui, selama berada di pada masjid tidak terdapat namanya toilet yg ada loka buat berwudhu saja sehingga apabila memang ingin BAB juga buang air kecil harus keluar masjid dimana jaraknya lumayan jauh buat mencapai toilet. Pengalaman yg tidak mengenakkan lagi, misalnya yg sudah aku  sebutkan di atas, apabila ingin shalat shubuh pada pada masjid maka upayakan buat masuk 1 jam paling usang sebelum waktunya karena jika tidak bakal pada beri sekat di pintu masuk & shaf-shaf dekat pelataran ka’bah. Alhasil shalat subuh jadinya pada luar masjid & ini saya alami alagi karena keliru menentukan air zam zam yg harusnya terdapat bacaan not cold.

Apakah hal ini berlaku bagi seluruh? Wallahu’alam, apalagi bila melihat orang arab yang sekali minum air zam zam dingin sampai banyak tapi tidak mengalami hal yg sama misalnya aku . Bisa jadi lantaran mereka konfiden atau jua lantaran telah terbiasa.

0 Komentar untuk "Umroh Romadon 2019 Murah"

Paket Umroh Murah 2019


Paket Spektakuler Bintang 3

Biaya Umroh Hemat 2019




Paket Promo Super Spektakuler *5

Paket Umroh Ekonomis Jakarta 2019



Paket Super Spektakuler *5

Kumpulan Umroh Low Bujet 2019



Paket Super Spektakuler *5

Paket dan Biaya Umroh Terjangkau




Umrah Plus Turki *5 (10 Hari)





Umroh Plus Turki *5 (12 Hari)







Umroh Plus Dubai *5 (10 Hari)



Back To Top